di
22.56
,
0 Comments
Tolak Tambang di Pulau Laut, Jangan Gadaikan Hanya karena Sebuah Jembatan!

walhi.or.id
Diposting oleh riana
Ozon adalah hasil reaksi antara oksigen dengan sinar ultraviolet dari matahari. Ozon di udara berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet dari matahari pada tingkat yang aman untuk kesehatan kita semua. Ozon juga diproduksi manusia untuk dipergunakan sebagai bahan pemurni air, pemutih, dan salah satu unsur pembentuk plastik.
Lapisan OZON
Lapisan ozon mulai dikenal oleh seorang ilmuwan dari Jerman, Christian Friedrich Schonbein pada tahun 1839. Ia berwarna biru pucat yang terbentuk dari tiga atom oksigen (O3). Ozon adalah gas yang tidak berwarna dan ditemui di lapisan stratosfer yaitu lapisan awan yang terletak antara 15 hingga 35 kilometer dari permukaan bumi.
Istilah 'ozon' atau lebih tepat lagi 'lapisan ozon' mulai mendapat perhatian sekitar tahun 1980an ketika para ilmuwan menemukan adanya 'lubang' di lapisan ozon di Antartika. Lubang tersebut merupakan hasil dari tenaga matahari yang mengeluarkan radiasi ultra yang tinggi. Radiasi itu berpecah menjadi molekul oksigen sekaligus melepaskan atom bebas di mana setengahnya diikat dengan molekul oksigen yang lain untuk membentuk ozon
Manfaat lapisan ozon
Lapisan ozon sangat penting karena ia menyerap radiasi ultra violet (UV) dari matahari untuk melindungi radiasi yang tinggi sampai ke permukaan bumi. Radiasi dalam bentuk UV spektrum mempunyai jarak gelombang yang lebih pendek daripada cahaya. Radiasi UV dengan jarak gelombang adalah di antara 280 hingga 315 nanometer yang dikenali UV-B dan ia merusak hampir semua kehidupan. Dengan menyerap radiasi UV-B sebelum ia sampai ke permukaan bumi, lapisan ozon melindungi bumi dari efek radiasi yang merusak kehidupan.
Efek menipisnya lapisan ozon

Penipisan lapisan ozon akan menyebabkan lebih banyak sinar radiasi ultra ungu memasuki bumi. Radiasi ultra ungu ini dapat membuat efek pada kesehatan manusia, memusnahkan kehidupan laut, ekosistem, mengurangi hasil pertanian dan hutan. Efek utama pada manusia adalah peningkatan penyakit kanker kulit karena selain itu dapat merusak mata termasuk kataraks dan juga mungkin akan melemahkan sistem imunisasi badan.
Diposting oleh riana
di
22.37
,
0 Comments
Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.
Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daera-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.
Yah,,,kita semua sudah mengetahui itu dan sebagian orang tetap mencoba untuk memberitahukan bahwa kejadian ini benar-benar sedang terjadi namun tetap tidak sedikit orang yang masih tidak peduli. Mungkin karena kita masih merasa nyaman dengan keadaan sekarang bisa menikamti semuanya mulai dari makanan, air, udara, daratan yang sukup untuk bermain bola, social yang masih cukup damai, dll
Yah itu saat ini lalu bagaimana jika 10 tahun lagi, atau 20 tahun, atau sampai 30 tahun lagi. Saya tahu tidak akan terjadi perubahan yang signifikan saat ini karena kita semua masih menganggap ini hal yang biasa, tapi saya akan menjadi manusia yang sangat bodoh jika saya tidak terus mencoba untuk menginformasikan ini.
Lalu apa yang bisa kita lakukan?
Ada beberapa cara mudah yang bias kita lakukan, yaitu ;
1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.
Diposting oleh riana
di
22.29
,
0 Comments

Pengelolaan Limbah Plastik Dengan Metode Recycle (Daur Ulang)
Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Sisi jelek pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar
Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju, dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia
Plastik Daur Ulang Sebagai Matriks
Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah. Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui. Pada tahun 1980 an, di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang-tiang kayu atau besi. Di Swedia plastik daur ulang dimanfaatkan sebagai bata plastik untuk pembuatan bangunan bertingkat, karena ringan serta lebih kuat dibandingkan bata yang umum dipakai (YBP, 1986).
Pemanfaatan plastik daur ulang dalam bidang komposit kayu di Indonesia masih terbatas pada tahap penelitian. Ada dua strategi dalam pembuatan komposit kayu dengan memanfaatkan plastik, pertama plastik dijadikan sebagai binder sedangkan kayu sebagai komponen utama; kedua kayu dijadikan bahan pengisi/filler dan plastik sebagai matriksnya. Penelitian mengenai pemanfaatan plastik polipropilena daur ulang sebagai substitusi perekat termoset dalam pembuatan papan partikel telah dilakukan oleh Febrianto dkk (2001). Produk papan partikel yang dihasilkan memiliki stabilitas dimensi dan kekuatan mekanis yang tinggi dibandingkan dengan papan partikel konvensional. Penelitian plastik daur ulang sebagai matriks komposit kayu plastik dilakukan Setyawati (2003) dan Sulaeman (2003) dengan menggunakan plastik polipropilena daur ulang. Dalam pembuatan komposit kayu plastik daur ulang, beberapa polimer termoplastik dapat digunakan sebagai matriks, tetapi dibatasi oleh rendahnya temperatur permulaan dan pemanasan dekomposisi kayu (lebih kurang 200°C).
Diposting oleh riana
di
21.48
,
0 Comments
Aksi Menyelamatkan Bumi dari Kehancuran |
Ancaman global warming (pemanasan global) yang disebabkan oleh berbagai kerusakan, pencemaran, dan efek rumah kaca yang dianggap sebagai era dimulainya kehancuran bumi dan akhir dari sebuah kontinuitas / keberlangsungan hidup manusia di muka bumi ini menjadi topik menarik yang terus digulirkan para ilmuwan dan tampaknya menjadi ancaman yang sangat serius bagi masa depan anak cucu kita di bumi ini pada masa yang akan datang, isu global warming hingar bingar saat ini dibicarakan oleh para ilmuwan, pejabat negara, pengusaha sampai masyarakat umum di berbagai belahan dunia. Ancaman ini bukanlah sebuah ancaman kosong yang digulirkan tanpa terlebih dahulu melalui suatu analisa teoritis dan fakta-fakta pembuktian secara ilmiah yang mendalam dan cermat. Pencairan es beberapa persen area di kutub, suhu bumi yang semakin meningkat, tingkat gas rumah kaca yang tinggi, dan berbagai fakta lainnya menjadi bukti kuat akan isu ini. beberapa ilmuwan malah menduga dan berteori bahwa beberapa dari sekian banyaknya bencana alam yang terjadi saat ini diakibatkan ancaman global warming ini dan tanda telah dimulainya era kehancuran bumi, sebut saja angin topan dahsyat, gempa bumi, dll adalah indikator-indikator kuat akan permasalahan ini. Jika kita tidak bertindak dan peduli sekarang maka anak cucu kita nantilah yang akan mengalami dampak langsung dari zaman kehancuran itu. Berikut ini adalah beberapa tip yang dikirimkan oleh Wahyuadi dari milis email ubb, sebagai salah satu usaha kita untuk peduli pada nasib bumi di masa yang akan datang dan menanggulangi ancaman global warming. A I R
LISTRIK
KOMPUTER
A C
H P
KERTAS
BBM / GAS EMISI |
Diposting oleh riana
di
02.55
,
0 Comments
| Sulap Sampah Jadi Barang Bermanfaat | | |||
| ||||
Diposting oleh riana
di
02.47
,
0 Comments


| Lubang Resapan Biopori - Mencegah banjir dimusim hujan. |
Banjir menjadi agenda tahunan bagi warga yang tinggal didaerah pinggiran sungai. Namun jangan heran, dataran yang jauh dari sungai pun kini sudah tidak luput dari banjir. Akhir-akhir ini, banjir tidak lagi terjadi di daerah pinggiran sungai saja, namun banjir terjadi juga di daerah dataran tinggi. Hal ini terjadi karena tanah sudah kehilangan fungsinya dalam menyerap air, akibat dari maraknya penebangan hutan dan pembangungan gedung dan perumahan yang tidak ramah lingkungan.
Mengolah sampah dengan benar. Tidak membuang sampah ke sungai atau ke jalanan, juga dapat mengurangi bahaya banjir. Jika sampah dibuang sembarangan, sampah dapat menyumbat saluran-saluran air yang ada dan mengakibatkan banjir saat hujan datang.
Mencegah banjir dengan membuat sumur resapan adalah cara yang terbaik untuk daerah perkotaan..
Kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam menanggulangi banjir sangat memegang peranan penting. Kurangnya kepedulian warga dan lemahnya peran pemerintahan menjalankan peraturan yang ada, memicu masalah banjir semakin buruk dari tahun ke tahun.
Bila lubang-lubang seperti ini dibuat dalam jumlah yang banyak, maka kemampuan dari sebidang tanah untuk meresapkan air akan meningkat. Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah. Dengan kata lain akan mengurangi banjir yang mungkin akan terjadi. Karena air dapat diserap langsung ke dalam tanah.
Peningkatan jumlah biopori tersebut dapat dilakukan dengan membuat lubang vertikal kedalam tanah. Lubang-lubang tersebut selanjutnya diisi bahan organik, seperti sampah-sampah organik rumah tangga, potongan rumput dan vegetasi lainnya.
Bahan organik ini, melalui proses pengomposan, menjadi sumber energi bagi organisme di dalam tanah. Dengan adanya bahan organik yang cukup, aktifitas mereka didalam tanah akan meningkat. Dengan meningkatnya aktifitas organisme dalam tanah maka akan semakin banyak rongga-rongga biopori yang terbentuk.
Cara ini boleh dibilang murah dan mudah dibuat dibandingkan dengan membuat sumur resapan yang memerlukan lahan luas dan biaya bahan yang cukup besar. Lubang Biopori bisa dibuat dimana saja; gedung perkantoran, taman dan kebun, pelataran parkir, halaman rumah terutama disekitar rumah yang berlahan sempit sekalipun, dan juga bisa dibuat di dasar parit. Dengan alat yang sederhana, pembuatan lubang biopori ini dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga juga.
Metode Biopori ditemukan oleh Ir. Kamir Raziudin Brata MSc, peneliti dan dosen Department Limu Tanah dan Sumber Daya Alam IPB tahun 1976. Sebelum disosialisasikan ke masyarakat, ia sudah memakainya selama 20 tahun lebih di lingkungan rumahnya.
Diposting oleh riana
di
02.29
,
0 Comments
Perubahan lingkungan, sudah secara nyata dan mudah dirasakan sekarang ini. Udara di sekitar dirasakan lebih panas dari biasanya, udara dirasakan tidak segar lagi di pagi hari tatkala mentari terbit di ufuk timur. Udara pun jarang memperlihatkan wajah bersih dan cerah tatkala kita pandangi. Ini menandakan bahwa udara di sekitar kita sudah tidak bersih lagi, telah mengalami pengotoran atau pencemaran.
Peningkatan suhu bumi, bukan hanya pembahasan dalam tulisan-tulisan ilmiah atau dalam international summit saja, tetapi secara nyata dirasakan oleh masyarakat awam. Pada suatu kesempatan penulis berbincang-bincang dengan penduduk di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Mereka mengatakan bahwa sekarang di Kawasan Puncak udaranya tidak dingin seperti dulu. Demikian halnya saat penulis mendengarkan obrolan penduduk di Ciwidey, Kabupaten Bandung saat mudik lebaran beberapa bulan yang lalu. Mereka merasakan hawa pegunungan Ciwidey tak dingin lagi seperti dulu, mandi di waktu subuh tidak lagi membuat badan ngahod-hod. Di saat pagi-pagi tak ada lagi pemandangan masyarakat siduru atau dihaharudung ku sarung.
Banyak sebab udara tercemar yang menyebabkan kualitas udara menjadi buruk. diantaranya akibat pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Pembakaran BBF mengemisikan gas CO2 (karbondioksida) ke atmosfer dan terus-menerus terakumulasi dan meningkatkan konsentrasi CO2 atmosfer / udara. Sebab itu, Gas CO2 kini bukan lagi sebagai komponen alamiah atmosfer bumi, tetapi berstatus sebagai zat pencemar. Selama 150 tahun terakhir, konsentrasi CO2 telah meningkat dari 280 ppm menjadi hampir 380 ppm.
Gas CO2 yang pekat di atmosfer menghalangi pantulan sinar mata hari dari bumi kembali keatas permukaan bumi, dan ini menyebabkan meningkaatnya suhu udara. Fenomena ini dikenal segai green house effect atau efek rumah kaca. Efek rumah kaca telah betul-betul didukung oleh data meningkatkan suhu udara, bukan hanya pada lingkup lokal tetapi sudah mencapai skala global sehingga dikenal sebagai pemanasan bumi atau pemanasan global (global warming). Menurut U.S National Research Council, dalam seabad terakhir rata-rata kenaikan suhu di permukaan bumi mencapai 0,3 oC -0,6 oC. Dalam akhir abad ke-21 rata-rata suhu bumi meningkat 1,4 oC -5,8 oC dan dalam 400 tahun terahir menunjukkan kondisi suhu paling panas
Peristiwa efek rumah kaca tidak hanya berakhir di meningkatnya suhu bumi, melainkan berantai pada dampak yang lain yakni meningkatnya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub dan di gunung-gunung pencakar langit yang kemudian menyebabkan naiknya permukaan air laut setinggi 0.09 - 0.88 meter. Efek rumah kaca pun menyebabkan perubahan iklim (climate change). Peningkatan permukaan air laut menjadi ancaman masalah banjir besar bagi negara kita. Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang, negara kepulauan (memiliki lebih dari 17.000 pulau) yang memanjang sepanjang 5.000 km di ekuator. Bisa dibayangkan bagaimana menderitanya penduduk di daerah pesisir menghadapi banjir permanent karena air laut naik ke daratan pesisir. Perubahan iklim global juga akan berdampak buruk terhadap hidupan liar (wild life) dan produksi pertanian. Kepunahan jenis flora dan fauna menjadi ancaman yang sulit terelakkan dan stabilitas keamanan penyediaan pangan dunia akan mengalami guncangan dahsyat.
Perubahan iklim global akan berdampak pada kepunahan jenis hidupan liar flora dan fauna, karena tidak mampu beradaptasi terhadap suhu yang panas dan perubahan iklim. Sebagai negara yang mendapat julukan the megabiodiversity country (Indonesia memiliki luas 1,3% dari luas dunia, tetapi memiliki lebih dari 10% tumbuhan berbunga, 12% mamalia dunia, 16% reptil dan amfibi, 17% jenis burung, dan 35% jenis ikan di dunia) maka ancaman kepunahan jenis hayati di Indonesia bukan hanya mencemaskan bangsa Indonesia saja, melainkan bangsa-bangsa di dunia. Keanekaan jenis hayati Indonesia tak ubahnya seperti bank-bank gen raksasa yang menjanjikan keuntungan sangat besar di masa datang untuk diteliti, dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi bahan pangan baru, sumber energi, bahan baku industri, dan bahan obat baru., Adalah suatu kerugian yang sangat besar, yang sulit dihitung nilai valuasinya, bila terjadi kepunahan jenis sementara IPTEK belum dapat mengenali dan memanfaatkan jenis itu.
Memang, CO2 bukan satu-satunya gas pencemar penyebab efek rumah kaca, tetapi gas ini menduduki peringkat pertama penyumbang masalah meningkatnya suhu bumi. Lautan sebenarnya diketahui punya peran dalam menyerap CO2. Namun nampaknya laut pun tak kuasa lagi mengimbangi laju akumulasi CO2 pencemar di atmosfer yang secepat kilat Harapan kita sekarang bertumpu pada agent lain yang sangat intensif menyerap CO2 yakni tumbuhan atau tanaman, baik yang hidup di dalam kawasan hutan, di lahan pertanian maupun di tempat-tempat pemukiman, di kota maupun di desa.
Tumbuhan / tanaman dalam kehidupannya sehari-hari melakukan apa yang disebut fotosintesis. Dalam proses fotosintesius ini selain diperoduksi zat organik juga dihasilkan gas oksigen. Banyak manfaat dari tanaman ini, yakni :
a.Tanaman menghasilkan zat organic yang berfungsi segai bahan makanan (misalnya beraneka ragam buah-buahan).,
b.Tanaman menghasilkan kayu untuk bahan bangunan, industri mebel, kertas, kayu lapis, lantai, dan lain-lain.
c.Tanaman berguna untuk peneduh dan penyegar lingkungan di jalan-jalan, perkantoran, pemukiman, di kota dan di desa.
d.Tanaman memberikan kenyamanan dan keindahan lingkungan (lihat jenis-jenis pohon penghijaun di kota-kota dan tanaman hias).
e.Tanaman memberikan keindahan alam sehingga menambah eksotisme suatu tempat tujuan wisata. Cita rasa keindahan alam dan kesejukkan kawasan wisata adalah karena kehadiran tumbuh-tumbuhan juga. Keindahan alam dan kesejukkan kawasan wisata Puncak di Jawa Barat misalnya, banyak ditimbulkan oleh tumbuhan / tanaman. Tidak akan punya nilai wisata apa-apa Kawasan Puncak bila di sana tidak ada tumbuh-tumbuhan di hutan Telaga Warna atau perkebunan tanaman teh. Para pengunjung Kebun Raya Cibodas atau Kebun Raya Bogor tertarik datang nampaknya bukan karena alasan nilai ilmiah dari suatu kebun raya yang kaya akan koleksi jenis-jenis flora kawasan tropis, tetapi karena keindahannya yang dibangkitkan oleh tumbuhan-tumbuhan. Demikian pula para pengunjung Tahura Juanda di Bandung dapat menikmati keindahan alam dan kenyamanan lingkungan karena adanya pohon-pohon atau tetumbuhan.
Manfaat tumbuhan yang diuraikan diatas hanya beberapa saja yang dengan mudah dapat kita rasakan. Banyak manfaat lain yang sangat penting yang tidak begitu popular di mata masyarakat, yaitu manfaat tumbuhan/tanaman dalam mengurangi zat pencemara udara dan penghasil oksigen melalui proses fotosintesis atau sering disebut sebagai manfaat ekologis seperti disinggung diatas. Fotosintesis tumbuhan adalah suatu proses alamiah yang terjadi di dalam daun-daun tumbuhan dimana terjadi penyerapan CO2 dan dihasilkannya gas oksigen yang ditambahkan ke udara kita. Persamaan rekasi kimia fotosintesis adalah : karbondioksida gas (CO2) + air (H2O) + pigmen klorofil daun + energi mata hari → zat organik (C6H12O6) + oksigen gas (O2).
Penyerapan CO2 oleh tumbuhan memberi andil dalam mengurangi pencemar CO2 di udara. Karbon dari CO2 ini disimpan di dalam jaringan tumbuhan (kayu) yang kemudian kayu ini berguna bagi manusia. Suatu laporan menyebutkan bahwa sebatang pohon selama hidupnya diprediksi mampu menyerap 7.500 gram karbon. Karena alasan inilah tumbuhan dikenal sebagai pelaku carbon sinks. Sumber lain menyebutkan bahwa secara taksiran kasar, dalam satu hari sebatang pohon menyerap CO2 antara 20 dan 36 gram per hari. Bila di pekarangan rumah anda terdapat 10 buah pohon, maka dalam sebulan pekarangan anda memberikan kontribusi menyerap CO2 sebanyak 5,6 – 10,08 kg atau menyimpan 750 kg karbon selama tanaman itu tumbuh di sana. Kalau di sekitar rumah anda ada 99 KK yang memiliki jumlah pohon sama dengan di rumah anda, maka jumlah CO2 yang diserap menjadi 0,5 – 1,008 ton atau karbon yang disimpan sebanyak 75 ton.
Uraian diatas mungkin baru gambaran dari lingkungan satu RW (rukun warga). Bila dikalkulasikan dalam luasan satu desa / kelurahan, sekecamatan atau sekabupaten / kota maka betapa besarnya CO2 yang diserap atau karbon yang disimpan di dalam tumbuhan / tanaman. Suatu estimasi dilaporkan bahwa 1 acre (0,405 ha) luas pertanaman di Amerika dalam setahun menyerap CO2 yang setara dengan CO2 yang diemisikan oleh sebuah mobil yang menempuh jarak 26.000 mile (41.842,944 km); dan menurut sumber tersebut 0,405 ha (kurang dari setengah hektar) luas lahan berpepohonan di Brooklyn cukup untuk mengkonpensasi penggunaan bahan bakar oleh sebuah mobil yang menempuh jarak 7.200 – 8700 mile (11.587,27 – 14.001,29 km)
Nah sekarang, Bagaimana tumbuhan / pohon bila dikaitkan dengan produksi oksigen ? Hasil estimasi ilmiah menunjukkan bahwa dalam sejam satu lembar daun memperoduksi oksigen sebanyak 5 ml. Dengan mengambil contoh pekarangan rumah anda dan sekitarnya yang ditanami pepohonan tadi dan bila rata-rata jumlah daun per pohon 200 lembar, maka pohon-pohon di tempat tinggal anda dan sekitarnya akan menyumbang oksegen sebanyak 10 x 100 x 200 x 5 ml = 1.000 liter per jam. Angka ini setara dengan jumlah kebutuhan oksigen untuk pernapasan sebanyak 18 orang (kebutuhan oksigen untuk satu orang bernapas adalah 53 liter per jam).
Dengan menyimak uraian diatas, maka tak diragukan lagi bahwa pemanasan global harus dihentikan; dan setiap individu punya andil untuk berpartisipasi. Caranya adalah dengan menanam pohon : di kawasan hutan, di lahan-lahan kritis, di pekarangan rumah, di kantor-kantor, di kampus-kampus, di sekolah-sekolah, di pabrik-pabrik di kota dan di desa. Selain itu, pohon-pohon yang sudah ada harus dijaga kelestariannya.
Diposting oleh riana
Ada juga ribuan pulau terancam bernasib sama dengan 24 pulau yang hilang, jika tidak dicegah secara dini guna mengantisipasi kerusakan lingkungan dan laut, kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, saat menjadi “keynote speaker” pada seminar tentang “Pengaruh World Ocean Conference (WOC) terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sulawesi Utara?, yang digagas Forum Komuniukasi BUMN se Sulut, di Manado, Senin.
Ada empat pulau di Sumatera hilang akibat bencana tsunami, sementara enam pulau di kepulauan Seribu juga telah dinyatakan hilang akibat naiknya laut.
Menurutnya, pemanasan global akan terus terjadi dan air akan meningkat cukup signifikan serta berpengaruh pada pulau-pulau kecil.
Hilangnya 24 pulau di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan, namun pulau-pulau itu tidak berpenghuni, katanya.
Pemerintah pusat sendiri mulai mempertimbangkan untuk memindahkan ibukota Negara dari DKI Jakarta ke pulau Kalimantan, karena pengaruh tersebut.
Sesuai perhitungan ilmiah bahwa tahun 2030 air laut akan naik di Jakarta dan Pulau Jawa pada umumnya sekitar 15 kilometer (km), sehingga mengancam populasi manusia di daerah itu, katanya.
Diposting oleh riana
di
01.45
,
0 Comments







Dengan teknologi yang tepat, sampah yang tadinya sebagai barang buangan, kotor, berbau, menimbulkan penyakit dan mencemari lingkungan dapat menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Sampah anorganik bisa membantu mengembangkan industri daur ulang (recycling). Kertas bekas akan di daur ulang oleh industri kertas, sampah plastik dan kaca akan di daur ulang menjadi bahan baku industri, sedangkan sampah organik dapat mengembangkan industri pengolah kompos menjadi pupuk organik dan juga dapat diolah menjadi industri energi/industri bahan bangunan. Volume sampah dikota-kota besar seperti di Jakarta bisa mencapai 24.000 hingga 27.000 meter kubik/hari. Kebanyakan kota-kota di Indonesia hanya mampu mengumpulkan dan membuang sekitar 60% dari seluruh produksi sampah.

